Kekembalian yang Sama Secara Abadi

Friedrich Wilhelm Nietzsche (1844-1900) dikenal dengan julukan “Pembunuh Tuhan”. Tidak salah, juga tidak benar sepenuhnya. Filsuf dan ahli filologi kelahiran Jerman ini tidak melulu membicarakan kematian Tuhan, tapi juga manusia ideal di zaman modern yang nihilis dan lain-lain soal. Kesalahpahaman terhadap Nietzsche dan karyanya lantas menempatkannya sebagai filsuf yang dipantang oleh banyak orang. Di dalam karya tulisannya, Nietzsche menyinggung tentang “Kekembalian yang Sama Secara Abadi” sebuah karya yang saya pahami sebagai bentuk pemaparan dari kehidupan setelah kematian dalam perspektif Nietzsche.

image

Jauh sebelum Nietzsche Kaum Stoa atau kaum Phytagorisian sudah memiliki pandangan tentang kehidupan setelah kematian ini, kaum Yunani yang Pagan  tidak percaya akan penciptaan memiliki pandangan bahwa alam semesta dari dahulu sudah ada, besok akan ada dan alam semesta akan bolak-balik seperti ini saja. Phytagoras pernah mengatakan bahwa nanti apabila kosmos (alam semesta atau dunia) kita ini berakhir akan muncul kosmos yang baru dan persis seperti sebelumnya. Dalam kosmos yang baru nanti anda akan membaca tulisan ini dalam blog ini, dan anda persis memakai baju yang sama dengan yang anda kenakan saat ini, dengan handphone yang sama pada jam yang sama. Itulah gambaran phytagoras mengenai kekembalian yang sama secara abadi yang juga diadopsi oleh Stoisisme, sebuah filsafat dari abad kedua sebelum masehi sampai abad ketiga setelah masehi.

Lalu apakah Nietzsche percaya bahwa dunia seperti itu? karena kaum paganism yang tidak mempercayai Tuhan, tidak percaya akan finalitas, tidak ada tujuan, lalu apakah dunia akan seperti itu? Semacam siklus, karena tidak adanya surga dan neraka. Saya kira pemikiran Nietzsche tidak sesederhana itu, Nietzsche akan memberikan dua macam visi mengenai realitas, yaitu ide kekembalian yang sama secara abadi :
1.     Apabila realitas itu dipahami sebagai yang mengerikan
2.     Kalau realitas yang sama itu dianggap sebagai sesuatu yang positif

Jadi kekembalian yang sama itu bisa mengerikan, seandainya semuanya kembali lagi persis sama seperti yang dulu termasuk laba-laba yang ada di sudut kamarmu itu! Bukankah mengerikan? Kita hidup mengharapkan surga, tapi nanti kalau yang kita peroleh kita hidup seperti ini lagi dan tak terbatas berlangsung terus menerus?

Bayangkan saja, kita hidup seperti ini saja sudah capek kok harus menjalani yang seperti ini lagi dan persis tahapnya sama.

Tetapi Nietzsche dalam tahap kedua mengatakan, “Atau mungkin ada sebuah saat dimana lalu semuanya itu tampak secara lain, dimana akan dianggap semacam berkat, sesuatu yang mententramkan”.
 
Dalam teks “kekembalian yang sama secara abadi” ini Nietzsche tidak berbicara mengenai doktrin tentang ada, Nietzsche tidak pernah mengajarkan tentang “isme” tertentu. Dia tidak mengajarkan ide siklis kosmologi Yunani tetapi dia akan lebih berbicara mengenai, Bagaimana “berkat” tadi membuat kita lalu semacam terangkat ke perasaan luar biasa, agung, ringan, beraspirasi kepada yang ketakterbatasan. Bagaimana cara menafsirkan kekembalian yang sama secara abadi ini?

Dalam pemahaman saya kekembalian yang sama secara abadi ini harus dipahami sebagai intuisi seni, dimana seniman sebagai “guru ultim” dari Nietzsche. Seniman adalah orang yang selalu hidup untuk mengkosmoskan apa yang ada dari drive dalam dirinya, mengkosmoskan dalam sebuah wujud karya tetapi ia tidak pernah berhenti dalam satu bahan, dia akan menggunakan bahan lain , dia siap meng-chaos kan dirinya berhadapan dengan bahan lain untuk mewujudkan sesuatu lagi, meskipun bahannya berbeda-beda tetapi kita akan melihat bahwa yang namanya style gaya dari seorang seniman itu akan selalu kita temukan. Meskipun bahannya berbeda, gaya yang sama akan terulang. Barangkali penafsiran estetis seperti itulah yang bisa membuat kita paham dengan “Kekembalian yang Sama Secara Abadi”.

Posted by Dwiki Wijayanto Utomo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s