Pemuja dan Pencuriga

Sebetulnya post ini sudah saya tulis lama namun saya belum berani untuk mem-publish karena alasan tertentu, mengingat nyawa dan keberlangsungan hidup saya akan terancam (halahh lebay) karena post ini.
Post ini berawal dari sebuah obrolan malam di rumah seorang teman, kita semua sepakat untuk merahasiakan obrolan malam itu, karena obrolan di malam itu tak pantas bila didiskusikan dengan banyak orang, namun sepertinya perlu post ini untuk dipublish, untuk mendoktrin anda semua agar masuk ke dalam ajaran saya hohohohhh melainkan untuk ya sekedar baca baca di waktu senggang sembari duduk duduk sambil ngopi atau sambil nonton tipi  tapi ini sebenarnya masalah serius lho.

Berikut cerita kami di malam itu, obrolan malam di rumah teman, di desa sepi menuju pantai yang tenang, berikut ceritanya :

“Helll oooo … Bud? Bud? Budiiii? Spada” Teriakku dan Agus dengan suara menggema memanggil kawan kita Budi yang bertempatan sebagai tuan rumah malam ini. Budi adalah seorang manusia yang selalu ceria walau malam gelap tiada berbintang asalkan lagunya kan tetap bergema.

Budi clingak-clinguk mencari sumber suara yang menggema di udara, hingga akhirnya Budi menemukan diriku dan Agus di kolong meja kamarnya.

Seketika raut wajah Budi mengkerut kayak jeruk purut, “Ah mereka lagi – mereka lagi” katanya dalam hati.

Tanpa banyak bicara, Budi menyuguhkan kopi hitam kesukaan tak lupa beberapa linting tembakau khas pedesaan, dan obrolan malam itu pun dimulai …

Agus memulai obrolan malam itu, “Saya sudah jarang menemui afeksi, rasa simpati, empati didalam lingkaran sosial kita, rasa simpati dan empati yang ada saat ini menjadi itu  semacam mekanisme balas dendam orang-orang namun dibungkus secara halus”, kata Budi.

Lalu saya menyahut dengan raut muka yang bingung, “Maksud kamu gimana Gus?”

“Ya semacam kamu sebenarnya ingin menghabisi musuh kamu/orang yang tidak kamu sukai, namun nyatanya kamu tidak mampu sehingga kamu cenderung berbuat baik kepadanya namun sebenarnya niat kamu adalah untuk menghancurkan dirinya dengan sikap baik untuk membuktikan bahwa kamu lebih baik dari dirinya”, kata Agus dengan raut wajah yang serius.

Lalu Budi menyaut dengan tegas, “Menurut saya bungkusan rasa empati dan simpati saat ini perlu dicurigai, orang baik dengan kita karena ada kepentingan lain atau rasa empati dan simpati itu mengandung kehendak untuk mengalahkan, mengalahkan kita dengan cara yang halus atau ya bisa disebut sebagai mekanisme balas dendam tadi lah, memang sulit menemukan orang yang baik saat ini”.

Melihat situasi obrolan yang mulai serius dan panas, akhirnya saya angkat bicara, “Menurut saya setiap orang harus menjadi dirinya sendiri, ya hidup bermasyarakat, memberikan afeksi, empati dan simpati kepada orang lain itu baik namun orang-orang juga harus menemukan identitasnya sebagai dirinya sendiri, ya dalam artian setiap orang butuh saling menjaga jarak, mengkritik satu sama lain tetapi tetap saling membutuhkan”.

****************************************

Obrolan malam itu begitu panjang, kita semua saling berbagi pengalaman hingga saling berdebat panjang yang tak sanggup kuceritakan disini.

Dan yang paling mengerikan bagi saya setelah melakukan obrolan itu, kami pulang dengan rasa saling mencurigai satu sama lain tentang apa dibalik hubungan pertemanan ini semua, apakah hubungan pertemanan ini adalah semacam arena duel kami yang ternyata adalah pembunuh berdarah dingin?. Entahlah, kami semua berubah menjadi pencuriga …

Apakah kebaikan yang tulus itu benar-benar ada? Mengingat kebaikan yang dikehendaki oleh agama pun berimbalan surga? …

Posted by Dwiki Wijayanto Utomo

Advertisements

2 responses to “Pemuja dan Pencuriga

  1. Hai mas, salam kenal
    suka sama penggalan tulisan yang ini
    “Apakah kebaikan yang tulus itu benar-benar ada? Mengingat kebaikan yang dikehendaki oleh agama pun berimbalan surga?”

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s