Keramahan Ternate dan Keindahan Pantai Sulamadaha

Post ini saya tulis mengingat Gerhana matahari total akan melewati Indonesia tanggal 9 Maret 2016. Panorama fenomena alam yang jarang terjadi ini bisa disaksikan di berbagai daerah di Tanah Air, termasuk di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Awal gerhana total diperkirakan pukul 09.52.57 WIT, puncak gerhana pukul 09.53.28,1 WIT dan akhir gerhana total pukul 09.53.59,7 WIT. Usai totalitas masih akan terlihat Baily’s Beads, fenomena gumpalan cahaya yang mirip manik-manik, yang juga sayang untuk dilewatkan.

Nah .. Bagi kamu yang akan menyaksikan Gerhana Matahari di kota Jailolo dan ingin menuju kesana dengan pesawat udara, penerbangan kamu akan berakhir di kota Ternate.

Untuk beberapa wilayah di maluku utara seperti pulau Halmahera akan ditempuh lebih dekat melalui Ternate dengan menyebrang menggunakan speed boat menuju ke kota Sofifi kemudian melanjutkan perjalanan ke Jailolo via darat .

DSC02928.JPGBeberapa Speed-Boat dan kapal cepat untuk menuju pulau Halmahera

Berdasarkan kunjungan main-main saya ke Ternate pada 10 Januari 2016 lalu, saya akan berbagi pengalaman dan referensi tempat wisata menarik di Ternate yang mungkin bisa kamu kunjungi terlebih dahulu sebelum kamu mengunjungi calon mertua *eh* maksud saya sebelum kamu menyebrang ke Jailolo untuk melihat Gerhana Matahari, diantaranya :

PANTAI SULAMADAHA

DSC02936.JPG

Gunung yang tampak di tengah lautan itu adalah Pulau Hiri

Pantai Sulamadaha …

Pantai ini adalah pantai yang begitu indah, dimana kamu bisa menikmati kopi hangat di pinggir laut yang air lautnya jernih, sambil memandangi pemandangan pulau Hiri yang tampak seperti gunung di tengah lautan. 

Pantai Sulamadaha berjarak sekitar 15 km dari pusat kota Ternate. Untuk menuju ke Pantai ini, kamu bisa naik angkot atau naik ojek dari pusat kota Ternate.  Jangan khawatir dengan ketersediaan transportasi di Ternate karena perlu dicatat bahwa :

  1. Angkot di Ternate bisa di charter asalkan bilang ke supirnya, nego, deal harganya dan jangan lupa bayar ya  (nb : kalo mau selamet) 🙂.
  2. Angkot-angkot di Ternate tidak memiliki rute dan trayek khusus kecuali rute arah utara, timur, barat dan selatan sehingga bisa di-charter (Setahu saya, tanya aja ndiri …)
  3. Tarif angkot normal di Ternate sebetulnya “Jauh-Dekat Rp 5.000,00” saja 🙂 .
  4. Ada banyak sekali ojek di Ternate, kalo kamu lagi jalan kaki dan diklakson oleh pengendara motor, jangan takut .. kamu gak salah kok, karena klakson dari motornya itu menandakan bahwa si pengendara motor itu menawarkan jasa ojek-nya .

DSC02926.JPGSalah satu sudut kota Ternate dengan pesona Gunung Gamalama

Jangan khawatir, Orang-orang di Ternate sangat ramah sekali, saya mendapatkan banyak eye-contact di Ternate. Apabila ada orang asing atau ketika raut wajah kita nampak bingung, orang-orang di jalan pasti menanyakan kita, “Mau kemana mas/mbak?”.

DSC02930.JPGAngkot yang selalu sedia menunggu walau malam gelap tiada berbintang asalkan lagunya kan tetap bergema 🙂  (Lokasi : dekat masjid Al-Munawwar kota Ternate)

Seperti saya waktu itu, ketika saya lewat didepan masjid Al Munawar kota Ternate, ada seorang pemuda menundukkan kepalanya dan menyapa saya. “Pagi Bang !!!”, kata pemuda itu sambil melotot, mengepalkan tangan kanannya dan tangan kirinya memegang parang tajam untuk membelah kepala eh … kelapa. Dan ternyata pemuda itu adalah pedagang kaki lima yang menjual es kelapa muda sebagai komoditas utama.

Karena tak enak hati mendapat sambutan yang begitu hangat dari Pemuda itu akhirnya saya memesan satu gelas es kelapa muda kepadanya. Ya begitulah saya, pribadi yang tanggap akan kode-kode dari wanita dan juga pria. Dan pemuda pedagang itu berhasil menarik simpati saya, memanfaatkan kepekaan hati saya sebagai strategi marketing-nya.

DSC03128.JPG

Dermaga Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, akan dijadikan sebgai pelabuhan utama di Indonesia Timur.

Dia pun menanyakan asal-usul saya dan menanyakan tujuan saya datang ke Ternate sambil menyajikan satu gelas es kelapa muda diatas meja lapak kaki lima. Setelah saya jawab asal dan tujuan saya datang ke Ternate, kemudian pemuda itu mulai menceritakan kisah-kisah kota Ternate yang kadang terjadi tawuran antar kampung dan aksi peracunan minuman yang berlatarkan dendam personal.

Hal itulah yang membuat saya mulai membuka HP saya dan bersiap untuk mengontak Otto Hasibuan and Associates, takut jika terjadi apa-apa dengan keselamatan diri saya dan segera saya berniat menunjuk Dr.Beng Ong sebagai saksi ahli saya di dalam persidangan nantinya.

Tapi untunglah, pemuda pedagang itu adalah sosok yang baik hati, walau memiliki body berotot seperti Agung Hercules namun hatinya lembut seperti Mytha Lestari.

“Dia cuma punya hati”, begitulah saya mendeskripsikan pemuda pedagang yang baik hati itu. Bahkan saya disarankan untuk naik angkot olehnya untuk menuju tujuan saya yaitu … Pantai Sulamadaha.

DSC02909.JPGTampak pulau Tidore di seberang sana

“Dari ujung Halmahera Sampai tenggara, jau katong samua basudara, satu nama satu gandong satu suku Maluku manise ..” Terdengar lagu Maluku Tanah Pusaka yang dinyanyikan oleh Nyong Ambon dari perangkat audio didalam angkot yang sedari tadi memutar lagu-lagu Ambon.

Setelah berpamitan dengan pemuda pedagang kelapa muda itu, kemudian saya melanjutkan perjalanan saya. Kali ini saya bertemu dengan seorang pemuda yang memacu angkot untuk membawa saya ke Pantai Sulamadaha. Pemuda itu berwajah tampan dengan perawakan khas Ambon. Sekilas ia mirip dengan Glenn Fredly namun hatinya security dan saya merasa insecure dengannya, bagaimana jika saya dibawa ke antah berantah olehnya? atau bagaimana jika saya diajak olehnya menuju bikini bottom untuk bertemu dengan kapten Flying Dutchman? Namun itu semua hanya keresahan hati saya saja.

Pemuda itu ternyata baik sekali, ternyata dia aslinya orang Ambon, lalu pindah ke Ternate karena adanya kerusuhan di Ambon beberapa tahun silam.

Selepas pindah ke Ternate, ia juga masih semangat untuk kuliah di Universitas Khairun Ternate dan sambil menungu waktu wisudanya ia mengais rejeki menjadi supir angkot. Wow ! sebuah kisah yang menyentuh sekali dan menginspirasi saya untuk menjadi supir angkot

Perjalanan menuju pantai Sulamadaha ini cukup indah dimana kita bisa melihat “batu angus” batu yang warnanya hitam seperti terbakar hangus.

Pemandangan sekitar juga lautan lepas, melewati Bandara Sultan Baabulah, beberapa Pelabuhan dan menyaksikan kapal-kapal besar dan perahu-perahu nelayan.

Sekitar 40 menit dari kantor Walikota Ternate itu akhirnya saya sampai di Pantai Sulamadaha ini. Dan seperti khawatir, sang supir menawarkan lagi ke saya, “Mas mau saya tungguin dan saya antar pulang?, naik ongkosnya tambah sajalah sedikit …” katanya, membuat hati saya terenyuh …

“Wah baik bener ini orang” batin saya, tapi mengingat saya sepertinya akan betah lama dipantai ini, “Kalau dia kelamaan nunggu kan kasihan juga”, batin saya. Maka saya tolak penawaran dari sang supir yang baik hati itu :).

Ketika sampai di Pantai Sulamadaha mungkin kesan pertama yang terlintas, wah pantai nya gak terkesan istimewa atau gak wow atau kurang luar biasa dan dengan berbagai macam cara anda mengungkapkannya.

Karena sayang sekali ada sedikit sampah-sampah berserakan di bibir pantai waktu itu …

Kemudian saya berjalan menyusuri bukit dan bibir pantai untuk menuju sisi pantai yang lain dengan berjalan dan mengikuti beberapa anak tangga …

Ketika anak tangga itu habis dan jalan mulai menurun, “Wuihhh .. terlihat air laut yang begitu jernih”DSC02976.JPG

Pantai Sulamadaha

DSC02987.JPG

Air lautnya jernih banget

Bagi kamu yang orangnya bosenan, betean, marahan, jutekan, boringan, baperan, hyper-active dan gak betah untuk cuman duduk aja, jangan khawatir karena ada fasilitas “mainan” buat kamu dari mulai banana boat (bukan “banana” yang lain lho ya), ada penyewaan alat snorkeling di warung-warung dan ada udang dibalik batu.

Saya jadi terinspirasi untuk membikin usaha “masnana boat” saingannya “banana boat” 🙂

Semua itu bisa kamu nikmati dengan gratis tetapi kamu harus memberikan beberapa lembar kertas yang disebut uang kepada sang penawar jasa pijit eh .. jasa banana boat dan alat snorkeling.

DSC02951.JPGMari melaut …

Buat kamu yang orangnya suka kabur dan bener-bener gak bisa diem kayak belut disawah, kamu bisa nyebrang ke pulau Hiri dengan ongkos … saya lupa ongkosnya 🙂 …

DSC02944.JPGMari Menyebrang (Purak-purak nya lagi nyebrang ke pulau Hiri …)

 

DSC02977.JPGAda banyak pilihan perahu dan speed boat untuk menyebrang ke pulau Hiri

Saya lebih suka duduk di tepi pantai, meminum kopi hangat sambil merokok dan mendengarkan musik. Ada satu grup musik dari maluku favorit saya yang lagu-lagunya bagus banget, HAHAE Community dengan judul lagunya “Hidop Orang Sudara”.

Mari Basudara Gandonge …

Beta polo gendong ale ….

Mari Basudara Gandonge …

Hidup orang sudara manis lawange

(Bersambung)

One response to “Keramahan Ternate dan Keindahan Pantai Sulamadaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s