Jalan-jalan ke Lombok (Part I, Dari Jogja ke Bali)

 

DSC01348.JPG

Bermula dari warung susu murni di Bandung, merasakan kejenuhan diatas rel Jember, tobat oplosan di Banyuwangi, senam jantung di jalanan negara, bertemu sahabat di Men Weti, makan pop mie Yahudi di Laut Bali, nyaris terjebak di pedalaman Lombok hingga akhirnya menyantap Ayam Taliwang di Mataram …

 

“Oke, Lombok nih? Deal?” kata seorang sobat saya di malam itu. Entah ada angin apa di warung susu murni itu yang membuat kita bertiga langsung berpikiran bahwa pulau Lombok adalah tujuan utama dari rencana perjalanan di bulan Januari 2015.

“Oke, gasss!”

“Berangkat!”

Maka, ditetapkanlah tujuan dari perjalanan kali ini, yaitu Pulau Lombok !.

Ya, Pulau Lombok ! Pulau yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya dan saya cuman tau kalau pulau Lombok terkenal dengan Pantai-pantainya yang bersih.

Mungkin bagi sebagian orang, perjalanan ini kelihatannya sepele, “ah masih deket” , “ih masih didalam negeri”, “uh cuman ke Lombok”, dan ah ih uh lainnya …

Namun, perjalanan bukanlah soal seberapa jauh jarak yang ditempuh, perjalanan bukanlah ajang prestisius semata. Perjalanan adalah kesempatan untuk menyadari bahwa kita masih diberikan waktu untuk hidup, menyaksikan keindahan dan kengerian dari teka-teki kehidupan. Seperti kata Mamah Dedeh, “Mamah tau sendiri !” (Jamet 16 : 1992)

Oh iya, perjalanan dari Jogja ke Lombok ini kami tempuh dengan naik kereta ekonomi (Cek Harga Tiket Kereta Api), naik kapal fery , naik bus, naik angkot sampai jalan kaki 🙂 .

2 Januari 2015

Pagi itu, tepatnya pukul 07.15 WIB, saya dan seorang sobat sudah berada didalam kereta ekonomi Sri Wedari di stasiun Lempuyangan Jogja. Kami akan menuju stasiun Banyuwangi Baru, Jawa Timur.

Oh iya seorang sobat saya itu bernama Ahong, namun diarea bisnis mangga dua ia lebih dikenal dengan nama Acong. Ahong sempat menjadi aktivis konservasi panda di Indonesia.

Sebetulnya ada satu sobat lagi yang seharusnya ikut berangkat dari Lempuyangan, yaitu seorang sobat yang akrab disapa Bogel. Pria asli Cijerah ini nggak jadi ikut lantaran sibuk menjadi wartawan koran lampu merah di padalarang dan manglayang.

****
Kereta mulai bergerak dari stasiun Lempuyangan dan terus berjalan ke arah timur pulau Jawa..

 

DSC01227.JPG

Stasiun Wilangan

 

Oh iya, saya dan ahong akan ketemu dengan satu sahabat lagi, yang bernama mas Brill. Seorang pria asli Kertosono Jawa Timur yang dikenal luas dengan keahliannya di bidang transportasi dan keberaniannya dalam melobby sarana transportasi yang akan kita gunakan.

Sesampainya di stasiun Kertosono Jawa Timur, saya dan ahong menunggu kehadiran sosok mas Brill,

Tak lama kemudian muncullah sosok mas Brill dengan perlengkapan DSLR lengkap dengan tripod, memakai jaket tebal dan tak lupa memakai celana ..

Perjalanan dengan kereta ekonomi cukup enak dan nyaman, apalagi sambil ngobrol dan membayangkan seperti apa kira-kira pulau Lombok yang akan kita jelajahi sampai membayangkan apakah ia masih memakai underwear?

Namun ketika kereta telah melewati stasiun Jember dimana hari sudah akan mulai petang, perjalanan menjadi agak membosankan. Rasanya kok kayak nggak sampe-sampe di Banyuwangi …

DSC01233.JPGStasiun Jember

Kita sudah coba berbagai cara untuk menghilangkan kejenuhan itu, mulai dari konsultasi dengan dr. Boyke sampai pergi ke klinik Tong Fang, namun kejenuhan itu masih tetap ada. Malah kejenuhan itu semakin membesar karena dipijitin sama Mak Erot …

Kita bersabar sedikit walau sakitnya kayak dicubit dan akhirnya sampailah kita di stasiun Banyuwangi Baru. Jam sudah menunjukkan pukul 21.15 WIB. Langsung jalan kaki menuju ke pelabuhan ketapang.

Ternyata benar apa kata mas Brill kalo jalan kaki dari stasiun Banyuwangi ke pelabuhan ketapang nggak begitu jauh, cuma 600 meter.

Tetapi setelah melihat pedagang nasi goreng dipinggir jalan besar menuju pelabuhan ketapang itu kami semua tergoda untuk makan nasi goreng.

IMG_5612.JPG
Setelah makan, kita semua bersiap menuju ketapang dan menyeberang selat Bali, di pintu masuk pelabuhan ketapang, ada yang nawarin bus dengan tujuan terminal mengwi, tabanan Bali. Berkat bargainning skill yang mumpuni, kita menunggangi bus itu dengan membayar 50 ribu rupiah saja perorangnya. (Ongkos Bus 50 ribu itu sudah termasuk tiket kapal Fery)

IMG_5332.JPG
Wuah di kapal cuman sebentar, jalan-jalan, liat orang jualan dvd, ada yang karaokean juga.

Saya menyimak dan memperhatikan ada Bapak-Bapak lagi karaokean lagunya OM. NEW PALAPA judul lagunya “Tobat Oplosan” yang kurang lebih liriknya begini :

“Tobat tobat dudu soto babat, Kapok kapok, jo mung kapok lombok. Wiwit dino iki, mendeme dimareni. Mugi gusti, enggal ngijabahi .. BUKAK SITHIK JOSS”

Bagi sobat yang belum pernah dengerin lagu itu, buruan deh, lagunya ada di iTunes, sobat bisa dengerin lagunya dan buktikan sendiri kalo kata-kata “BUKAK SITHIK JOSS” memang bagian dari lirik lagu yang puitis itu.

Sesampainya di pelabuhan Gilimanuk, Bus yang baru saja turun dari kapal Fery tiba-tiba berhenti karena ada pemeriksaan KTP. Semua penumpang yang berada didalam bus saat itu diharuskan untuk keluar dan berjalan (lebih tepatnya berlari) menuju pos pemeriksaan identitas di pintu keluar pelabuhan Gilimanuk.

Ketika pemeriksaan berlangsung, saya cuman berharap kolom nama di KTP saya gak berubah nama jadi Amrozi atau Imam Samudera.

Mungkin keadaannya mirip pemeriksaan di U.S.Mexico border, hanya bedanya gak ada giant border wall nya saja. Tapi tetap saja beberapa orang nampak tegang …

Dua orang wanita dibelakang saya tak berdaya di-interogasi karena memiliki nama Sarah A.Z Hari dan J. Uwita Baha R. Entahlah, mungkin karena namanya yang ke arab-araban membuat Pak Polisi setempat curiga dengannya atau karena ada preferensi tertentu? Saya tidak tahu …

Yang jelas, dua orang pria didepan saya juga dipersulit karena memiliki nama yang sedikit asing yaitu Meggy. X dan dr. Peni. S

Mudah-mudahan sobat-sobat yang memiliki nama M. Akerot dipermudah prosesnya ketika memasuki Bali … Amin.

Supir Bus yang awal mulanya kita kira orang baik ternyata cukup ugal-ugalan. Ketika kita sedang berlari menuju pos pemeriksaan, bus itu dengan santainya malah tancap gas seolah meninggalkan penumpang.

Untung saja Bus itu menunggu kita semua, dan semua barang di tempat duduk masih utuh saat kita keluar karena adanya pemeriksaan tadi.

Ok, kita lanjut perjalanan ke terminal mengwi di Tabanan.

Dan ternyata benar, supir bus itu memang ugal-ugalan. Layaknya pembalap F1
semua mobil didahului olehnya, semua motor didahuluinya, semua bus sampai bus yang legendaris Pahala Kencana sekalipun didahului olehnya.

“Benar-benar jagoan”, batin saya dalam hati. Selidik punya selidik ternyata si supir ketika di kapal tadi nonton DVD Film Fast and Furious dan ia mulai mengasosiasikan dirinya sebagai Brian O` Conner, sobat saya Ahong melihatnya ketika dia menonton DVD itu .

Alhasil aksi akrobatik nan ajaib menegangkan dari sang supir cukup membuat kita senam jantung. Apalagi ketika Bus nekat menyalip beberapa mobil pas di tikungan tajam di daerah Negara,

Wah benar-benar berbahaya ya sobat … kalo kata mas Brill sih busnya memang “Djanc*k!”. Ya begitulah, begitu juga kata Mamah Dedeh, “Mamah tau sendiri !”.

Waktu tempuh Gilimanuk – Terminal Mengwi Tabanan yang biasanya ditempuh 3 jam hanya menjadi 2 jam saja. Saya dan mas Brill sangat kaget ketika mendapati Bus ternyata telah sampai di Terminal Mengwi .

Rincian Biaya Perjalanan (Dari Jogja Sampai Terminal Mengwi Bali)

NO

KEPELUAN

 
1. Tiket Kereta Ekonomi Sri Wedari

Rp 100.000 ,00

2. Beli makan dan minum di Kereta

Rp 25.000, 00

3. Beli Snack di stasiun Jember

Rp 8.000, 00

4. Makan Nasi Goreng di Banyuwangi

Rp 10.000, 00

5. Ongkos Bus (termasuk tiket kapal Feri)

Rp 50.000, 00

TOTAL

Rp 193.000, 00

Tuh kan, kapan lagi dengan uang 193 ribu bisa sampai ke Bali? 🙂

Lanjutkan membaca Jalan-jalan ke Lombok Part II (Menyeberang ke Pulau Lombok)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s