Renungan dalam Mencari Pasangan

Banyak orang bilang bahwa menemukan pasangan itu gampang-gampang susah, dibilang gampang kagak, dibilang susah juga kagak. Dari beberapa orang yang saya kenal, saya mendapatkan beberapa kisah dan juga pesan mengenai proses pencarian pasangan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Bertemu Pasangan itu Adalah Sebuah Kebetulan

Ada temen yang bilang gini : “Lu coba gaul deh, hang out kek kemana gitu biar dapet kenalan cewek”.

Terus dia juga bilang, “Kalo hang out itu nggak mesti ke cafe atau nonton dangdut terus goyang dombret saling senggol terus tawuran sampe celana lu sobek. Hang out itu bisa dimana aja, misalnya hang out di tempat yang tenang seperti di perpus baca buku terus kebetulan di sebelah lu ada cewek cakep terus kalian terlibat dalam eye-contact yang cukup lama, kalian membangun komunikasi batin dan jadian deh. Bisa aja kan? Nggak ada yang nggak mungkin lhoh, rasa cinta itu sendiri kan sudah seperti bahasa kok, bahasa yang universal *halah*”, begitulah kata teman saya.

Tapi gimana caranya mau hang out kalo misalnya kepribadiannya introvert dan pemalu, misalnya seperti ini :

JAMU.jpg

Tapi kalo kata saya sih moment menemukan pasangan itu moment dimana waktu dan dimensi alam raya ini lagi error dan tiba-tiba secara kebetulan kamu ketemu jodohmu, misalnya kamu naik motor terus entah kenapa bisa nabrak jemuran emak-emak dan matamu ketutupan sempak yang ada di jemuran itu, alhasil kamu nabrak mamang bakso dan jatuh deh di selokan. Tapi tahu-tahu ada cewek baik hati yang nolong dan boom … terjadilah kisah cinta romantis … (Lhih kok FTV banget sih mz?)

Bertemu Pasangan itu tentang Keadaan dan Kebutuhan

Atau mungkin kamu justru menemukan pasangan dikala kamu sedang berada di fase tergoblok dan terendah dalam hidupmu. Misalnya kamu putus asa dalam hidup, jadi pecandu alkohol, suatu hari kamu mabuk-mabukan sampai mau modar, terus tiba-tiba ada seorang cewek yang kasihan dan dia bersedia buat membantu kamu supaya berubah. Di suatu kasus ada lho wanita yang mau berbesar hati dan pengen merubah nasib seorang pria, karena wanita itu kan makhluk yang welas-asih, penuh perhatian dan tulus. Eh tapi kayanya kejadian itu aku tonton di serial telenovela apa gitu lupa judulnya 😀

Atau biasanya sih yang terjadi itu kebalikan dari keadaan yang diatas, kamu menemukan pasangan disaat kamu sedang berada di titik puncak hidupmu. Bisa aja kan waktu situ lagi usaha sukses terus tajir dan eh tahu-tahu cewek-cewek deketin situ dan tinggal pilih deh. Ya memang udah hukum alam kali ya, lelaki dengan kesiapan materi (pasir, semen, batako) akan lebih disenangi para wanita. Ya hal itu saya benarkan deh, wanita juga butuh jaminan bang. Apalagi kan ada tuh istilah :

Kalau gak ninja, gak manja.
Kalau gak vixion, gak mau action.
Di jemput­ vespa, malah gak mau jumpa.
Di anter supra, gak mau mesra.
Di bonceng­ kirana, bikin merana.
Di boncen­g scoopy, cuma cium pipi.
Di ajak naik angkot, malah melotot.
Di ajak naik bus, malah minta putus.

Ya begitulah … menurut ngana?

Nyari Pasangan itu Gampang! Praktekin aja Kata-kata dan Petuah dari Orang Bijak!

Banyak orang bilang bahwa rasa cinta itu tumbuh karena terbiasa, orang jawa juga bilang kan, “Tresno iku jalaran seko kuliner” *eh kulino” #eaaa . Jadi ya gitu deh. 

Jadi sebetulnya tuh kamu sendiri yang meng-handle siapa jodoh kamu! Caranya gimana? Caranya dengan habiskan banyak waktu dengan wanita yang kamu sayangi. Ajak wanita yang kamu sayangi itu nonton, hang out, ke pantai, ke gunung terus ke ranjang *upsss* dan lain-lain deh. Ya … siapa tahu kan dengan cara seperti itu doi luluh

atau malah …

“Maav mz kita temenan ajah”

Dia malah menjadikan kamu sebagai temannya saja … *derr tembak kepala aku sist, kamu nggak peka 😦 …

Terus saya pernah denger dari seseorang kalau menemukan pasangan itu tidak seperti menemukan jarum di tumpukan jerami, karena kalo jarum itu begitu sulit dicari ya udah syukuri aja dan nikmati saja jerami yang ada. (Katanya sih gitu)

Kamu mungkin sudah keliling dunia dan kamu sebetulnya sudah menjalin banyak kasih dengan wanita-wanita di banyak tempat buat nyari siapa pasangan ideal dalam pandanganmu. Tapi entah kenapa kamu nggak kunjung menemukan yang ideal. Ya sudah kenapa kamu nggak jalin dan lanjutkan aja hubungan kamu dengan wanita yang pernah kamu jalin? Bisa jadi karena kamu terlalu pilih-pilih malah berakhir amsyong. Ya nggak sih? Hmmm …

Jodoh itu Nggak Usah Dipikir, Nggak Usah dicari Ntar Juga Datang Sendiri

Wah saya curiga dengan orang-orang yang mengatakan bahwa Jodoh itu bakal datang dengan sendirinya. Sepertinya orang yang mengatakan hal ini adalah fans berat program Televisi Dunia Lain. Jodoh macem apa yang bakal datang dengan sendirinya? Lu kata Jelangkung?

Tapi ya nggak menutup kemungkinan sih jodoh atau pasangan akan datang jika sikap kita santai dan rileks dalam menghadapi hidup ini. Siapa tau kan suatu saat kamu ketemu dengan wanita yang memiliki sifat serupa : doi cuek, nggak banyak mikir, santai dan nggak mau ribet. BOOM! terbekatilah kalian berdua oleh semesta yang maha santai untuk saling mencintai dan berbagi kasih.

Dan siapa tahu disaat kamu pergi berlibur dan nyantai, badanmu menjadi semakin sehat, kharisma mu akan terpancar terang, menyinari hati para wanita pencari cahaya terang dari kaum Adam.

Oke segitu dulu deh, saya capek bermain dengan kalimat “SIAPA TAHU”, “MUNGKIN” , “KEBETULAN” dan kata-kata lain yang mengandung makna ketidakpastian. Untuk yang sudah menemukan pasangan semoga dimudahkan segala urusan kedepannya dan untuk yang belum menemukan pasangan jangan merasa sedih karena walau nDolly sudah ditutup tapi sarkem iseh bukak *eh** 😛 .

Oh iya mungkin ada yang mau berbagi tentang bagaimana kalian bertemu dengan pasangannya? Atau mungkin kalo pembahasan ngawur saya masih kurang mendalam silahkan jangan ragu-ragu untuk menambahkan di kolom komentar. Terimakasih, Tuhan memberkati …

Advertisements

14 responses to “Renungan dalam Mencari Pasangan

  1. Saya suka yang terakhir, mas. Nyantai aja, serahkan pada Alam. Nanti kalau sudah saatnya, akan ketemu juga. There is time for everything, kata orang bijak. 🙂 Tapi pengalaman saya pribadi sih lain. Saya agresif, dan terus terang memang cari pacar waktu kuliah dulu. Jadi main hantam aja begitu udah melihat ada yang saya sukai; dan nyatanya jadi istri saya sampe sekarang 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s