Kepribadian (pun) Bisa Dijual

Personal Branding, Maybe?

Karya musik yang laku biasanya karya yang penyanyi nya cantik, ganteng atau minimal penyanyi itu sudah punya pengaruh besar bagi banyak orang, peduli amat pengaruhnya apa, lha wong model perempuan amatir yang kerap memamerkan pusar saja bisa sekejap jadi penyanyi kondang kok …
Nggak usahlah repot-repot kuliah musik dan belajar seni, ngapain juga bikin karya yang susah-susah kalau karya yang laku adalah karya yang pas-pasan? Hmm

Lihat saja karya-karya musik dangdut koplo yang liriknya kasar, bahkan cenderung vulgar dan musiknya sederhana asal bikin goyang pun laris manis di panggung hiburan dari kota ke kota lain.

Lihat saja penyanyi yang bahkan belum punya satupun lagu malah lebih terkenal dan laris ketimbang penyanyi-penyanyi solo yang rajin menggarap album musik tiap tahunnya.

Seorang teman bilang ke saya, “Kunci jadi artis sukses di Indonesia itu gampang, cukup jual kepribadian dan drama kehidupan pribadimu yang sensasional dihadapan publik”.

Ya di Indonesia memang mau di panggung apapun yang selalu dilihat pertama kali adalah “Kepribadian dan hal-hal pribadi“. 

Sayapun sependapat. Ya memang sih, rata-rata orang Indonesia tuh care dan aware banget sama “Kepribadian dan hal-hal pribadi” orang lain. 

Banyak orang Indonesia yang penasaran dengan agama si penyanyi A, hubungan percintaan nya, banyak orang Indonesia begitu kepo tentang kehidupan pribadi seorang artis padahal tahu karyanya pun tidak, yang penting ya itu …, sang artis punya “Kepribadian” sensasional yang bisa dijual dan menarik perhatian.

Jadi kalau kamu mau jadi artis ya silahkan ciptakan dulu karakter kepribadian fenomenal yang kira-kira bisa dijual, misalnya lakukanlah semacam konspirasi dengan menjadi seorang cowok ndeso atau lelaki polos yang mengencani artis cantik yang sudah lebih dulu terkenal sebagai sarana social climbing dan membantu mendapatkan promosi untuk bisa terkenal. Peduli amat karyamu bagus apa enggak, yang penting sensasional dan fenomenal! Itu kuncinya! 

Bukankah menarik kalau headline berita koran judulnya begini, “SEORANG PENYANYI COWOK NDESO MENGENCANI DIVA CANTIK INTERNATIONAL” 😄

Saya rasa hal itu juga berlaku di panggung politik. Lihat saja ketika Pilkada berlangsung, banyak orang tidak melihat sebagus mana program politik yang akan dijalankan oleh calon kepala daerah. Peduli setan sebagus apapun program yang akan dijalankan, kalau “Kepribadiannya” nggak “menarik“, maka ya si calon kepala daerah itu nggak punya banyak simpatisan.

Kebanyakan mindset orang pasti gini : “Oh kalo si Pak A orangnya baik, agamanya juga I dan dia taat beragama, punya istri yang cantik dan anak yang lucu. Itu tandanya dia orang yang baik. Aku harus milih dia jadi kepala daerah!”

Banyak orang tidak mengacu pada “kualitas“, pokoknya asal kemasan dan cara “jualan” nya bagus maka artis dan politikus akan semakin dicintai serta punya pengaruh yang amat besar bagi para pengikutnya

Oh iya ada lagi kunci sukses menjadi orang terkenal di Indonesia, yaitu kemasan dan penampilan. Bodo amat kamu nggak punya skill apapun, asal penampilanmu keren, ganteng, cantik maka ya … kamu bisa menggaet banyak pengikut dan mempengaruhi banyak orang. 

Apalagi dijaman interweb dan youtube seperti sekarang ini ada profesi baru yaitu influencer yang tugasnya mempengaruhi pengikutnya (yang sebetulnya pada ujungnya) pekerjaan influencer itu memindahkan uang yang ada didalam saku pengikutnya ke rekening si influencer tersebut. Triknya pun macam-macam, si influencer bikin acara meet and greet lah, bikin event dan lain sebagainya …

Saya tidak berpikir pekerjaan sebagai influencer semacam itu baik atau buruk, yang jelas sebagai penonton pintar-pintarlah memilah informasi 

Saya masih melihat Indonesia punya banyak insan kreatif dan artis yang bagus secara kualitas meskipun pergerakan mereka tidak kelihatan di ranah main-stream. Ya it`s ok, toh pengagum seni yang tulen selalu bisa menemukan karya mereka …

Semuanya kembali kepada titik awal. Kalau bisa berkarir dan terkenal dengan cara yang bagus berkualitas dengan karya yang mumpuni, kenapa tidak? 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s