Liburan

Liburan itu penting, selain untuk menghambur-hamburkan uang, liburan juga berguna untuk pikiran.

Lha terus kalo liburan hanya untuk memuaskan pikiran, kenapa antum harus repot-repot bikin paspor visa sampe numpak pesawat berjam-jam?

Kalo hanya untuk memuaskan pikiran, kenapa antum ngga coba ekstasi? Marijuana dan rekreasi biokimia lainnya?

Hmm iya juga ya.

Tapi masalahnya hal begituan kan belum dilegalkan. Lagipula dimana tempat menjual “produk-produk rekreasi” itu? Tidak semua orang berani dan punya akses untuk mengkonsumsi marijuana dan hal hal yang bikin teler lainnya.

Oleh karena itu, cara melepas jenuh dan stress yang terbaik ya dengan liburan.

Tapi masalahnya, liburan itu kan kadang bisa berakhir amsyong dan mengerikan.

Liburan bersama pacar misalnya, alih-alih ingin mengalami pengalaman liburan romantis menyenangkan, yang terjadi adalah drama percintaan tentang aroma tidak sedap di kamar semalam. Aroma tidak sedap yang diduga diakibatkan oleh letupan gas pantat yang tak disekolahkan.

Alhasil berantem lah kamu dan pacarmu perihal siapa pemilik gas yang tidak sedap tersebut.

Hal-hal kecil pun bisa menjadi masalah disaat liburan bersama gebetan.

Misalnya lupa bawa celana dalam lah, lupa bawa uanglah, lupa bawa pengaman lah  hiak hiak hiak.

Belum lagi kalo pacarmu itu suka dengan tempat-tempat pemandangan yang sepi, eksotis dan breathtaking. Nah! yang jadi masalah, biasanya tempat seperti itu banyak didiami oleh genderuwo, kolor ijo, kuntilanak sampe tuyul.

Serem kan?! Ekspetasi nya liburan mesra, berduaan menatap indahnya alam, eh… malah jadi amsyong. Bisa-bisa liburanmu bakal kaya judul film-film horor,

“Pacar Tumbal Pesugihan”
Atau
“Jin dan jun menghamili pacarku”
Atau
“Pacarku di emblep Lelembut”

Nah, apalagi jaman sekarang ada trend melamar pujaan disaat liburan. Kalo dibayangkan sih indah ya, melamar seorang gadis disaat mood sedang dalam kondisi senang.

Duduk berdua bersama doi di pinggir pantai, disaat senja perlahan mulai tenggelam, dibawah rembulan yang temaram, suara deburan ombak menghanyutkan, lalu kau beri dia bunga bersama dua lilin malam, sembari katakan tujuan. “Eh, nikah yuk”

“Hah? Apa?”, kata dia tak menduga
“Iyaaa, kita nikah”, katamu penuh percaya

Diapun masih tak menduga, mulutnya menganga, matanya menatapmu hampa

Kamu pun mengulang kalimat yang sama, “Iyaaa, kita nikah”,

Ia seperti menatapmu sayu, takut mengungkapkan jawaban.

Tapi mungkin karena terbawa suasana, ia menjawab juga. “Aku ga mau !!!…”

Jawabannya terasa bagai vonis hukuman yang membuat perasaanmu menjadi kacau

“Lho kenapa beb? Kenapaaa?”, tanpa sadar kamu mengatakan itu dengan nada yang kesal. Jantungmu berdegup cepat tak karuan. Berbagai pertanyaan muncul di kepalamu.

Dia menghela nafas panjang, mengangkat kedua tangannya kedalam posisi terbuka, seakan mempertanyakan balik semua pertanyaanmu.

“Aku ga mau kalo hanya dijadikan istri ketiga. Ceraikan dulu istri-istrimu!!”, katanya sembari beranjak pergi dari kursi itu, meninggalkanmu bersama rembulan yang temaram.

WAKWAWWWW

Yaaa gitu deh boy!!. Sebelum kamu melamar gadis, pastikan kalau dirimu dan dirinya masih single.

Atau kalaupun kamu tidak bisa memastikan dirimu masih single, setidaknya kamu bisa pastikan kalo kamu adalah horang kaya, pemilik dari banyak kapal pesiar, rumah mewah dan pemilik toko berlian.

Tapi kalaupun kamu orang kaya, rasanya poligami bukanlah investasi yang tepat cuy!!!

Lagipula, emang antum siape? Raja minyak? Hah? Bukan kan? Heh!!! Mending ente ngurusin fadefokan di balikfafan! Bini ente noh! manggil-manggil ente terus, “Bang Toyib, Bang Toyib, kenafa ga fulang-fulang, anakmu, anakmu, fanggil fanggil namamuuu”

Ya begitulah, Bisa jadi melamar wanita saat liburan hanya akan berakhir dengan status Teman tapi Mesran, karena cuma ganti oli doang ☹️

Lhah! Kalo gitu liburan yang ideal yang kaya gimana dong bang?

Ya silahkan liburan tanpa harus dipuaskan dan memuaskan orang lain.

Rasakan lah bahwa kamu sejatinya adalah makhluk hidup yang bebas. Punya kesempatan merasakan segala sesuatu. Masih diberi hidup, masih bisa merasakan deburan ombak, dinginnya pegunungan, riuhnya perkotaan, bahkan kamu bisa bebas mengeksplor kuliner. Pergilah ke tempat-tempat yang belum kamu kunjungi, karena kita hanya punya satu kehidupan yang sayang untuk dilewatkan.

Eits, tapi liburannya setelah wabah corona selesai aja yah! Kalau dunia berhasil melawan wabah ini, nanti kita rayakan bersama-sama.

Untuk sementara waktu, marilah kita rekreasi dengan nge ganja dan nge-wine dirumah masing masing. Hiya hiya hiya hiyaaaaaak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s