Covid-19, Kenapa Tingkat Kematian Amerika Tertinggi di Dunia?

Amerika Serikat sekarang menjadi episentrum pandemi Covid-19. Banyak yang menyalahkan Presiden atas musibah ini.

Ketika Covid-19 mulai menyentuh Amerika, Presiden Donald Trump dan rekan-rekannya sangat lambat dalam bergerak. Padahal mereka adalah sekumpulan manusia, bukan kura-kura atau penyu yang jalannya lambat heheHEHE

Ribuan orang Amerika diduga sudah terinfeksi Covid-19 namun belum di tes. Tiap negara bagian menjalankan kebijakannya masing-masing. Ada yang meliburkan kantor dan sekolah-sekolah unuk stay dirumah saja dan ada juga yang bekerja dari rumah.

Governor of New York pun memerintahkan warganya untuk santuy dirumah saja. “New York state on pause, We need everyone to be safe, otherwise no one can be safe

New York memang sudah Lockdown semenjak 20 Maret yang lalu. Tapi lain halnya dengan warga negara bagian Florida. Karena kantor dan sekolah di Florida diliburkan, banyak warga malah keluyuran ke pantai.

Salah satu warga yang keluyuran itu adalah Mas Jono. “If I get corona, I get corona. At the end of the day, I’m not going to let it stop me from partying”, begitulah kata Mas Jono 😯

Dasar MAS JONO GUOBLOK!.

Mengadakan pesta ditengah wabah corona adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab! Bayangkan saja kalo Mas Jono ini ternyata sudah terinfeksi Covid-19 namun tidak bergejala.

Mana Mas Jono kalo pesta JOGED nya heboh banget! Sambil nyanyi “Izinkan akuuuu huuu untuk terakhir kalinyah”

Lalu dengan santuy nya dia lanjut pesta sana-sini, megang-megang yang BULAT TAPI BUKAN TEKAD dan megang-megang yang MENONJOL TAPI BUKAN BAKAT!

APASIH! Hiahiahiahia

Tindakan seperti mas Jono justru menyulitkan pihak medis dan pemerintahan setempat. Virus tidak mengenal batasan daerah, virus bisa dengan mudah kesana-kemari!. Lu kata virus kaya sinetron tukang Bubur Naik Haji, ngedekem di sono-sono mlulu KAGA BERANGKAT BERANGKAT KE ARAB! Virus mah beda tong!.

Yang bikin makin runyam, pesatnya penyebaran wabah Covid-19 di Amerika juga dipengaruhi oleh aspek politik Amerika. Politik sangat mempengaruhi cara penanganan wabah corona.

Kubu Partai Republik dan politik sayap kanan nampak lebih lambat dalam menangani wabah dibandingkan dengan kubu Partai Demokrat.

Negara bagian yang berada pada sisi politik Demokrat, seperti misalnya yang punya Governors dari kubu Demokrat, cenderung lebih manut kepada para ilmuwan. Kalau ilmuwan bilang “Udeh dirumah aja lu yak! Jangan keluyuran!”

Maka Governors akan menaati anjuran ilmuwan itu. Nah atas alasan itu, bisa kita lihat kota-kota seperti New York, Seattle dan California melakukan Lockdown lebih awal ketimbang kota-kota lainnya.

Di sisi lain, ketaatan orang amerika sangat mempengaruhi tingkat penyebaran wabah corona. Dan ada kecenderungan kalau daerah-daerah juga dipengaruhi oleh loyalitas partai yang bernaung disana.

Seperti yang kita lihat, banyak daerah-daerah dibawah naungan partai Republik justru tidak mentaati aturan social distancing.

Ga usah disebutin nama daerahnya lah ya! Ntar tersinggung malah berabe! Pokoknya daerah yang pada protes demo naik pick-up terus bunyiin klakson OM TELOLET OM sama bawa pistol itu.

Pada 11 April 2020, Amerika mengalahkan Italia, menjadi negara terparah yang terdampak wabah corona. Lhah bayangkan saja, dari 6.146 rumah sakit di Amerika, hanya ada 305 rumah sakit yang layak untuk menangani wabah corona (Sumber : The Economist).

Ditambah 12% orang Amerika tidak memiliki asuransi kesehatan. Sekitar 23% dari mereka yang punya asuransi kesehatan pun banyak yang bermasalah dalam premi. Sehingga mereka kelompok 23% itu bisa saja terkena tagihan biaya yang mahal kalau ke rumah sakit (Sumber : The Economist).

Walaupun akhirnya Donald Trump menjamin yang sakit bakal ditanggung oleh pemerintah dengan memakai dana dari “Economic Relief Package Congress Passed Last Month”. Tau deh itu apaan 😦

Tapi masih banyak pertanyaan tentang bagaimana dan siapa yang berhak menerima dana federal (federal fund) itu.

Bahkan bagi kebanyakan orang Amerika, puncak dari pandemi corona ini masih belum kelihatan. Artinya masih akan banyak korban berjatuhan.

Akhirnya pada 16 April 2020, Presiden Trump baru mengumumkan Guidelines atau peraturan-peraturan social distancing !

YA AMPUN TRUMP, ANTUM KEMANE AJE?. UDAH TELAT!

Walau lagi-lagi Trump berulah, melanggar peraturan-peraturan yang dibuatnya sendiri.

Trump malah MENDUKUNG AKSI PROTES warga yang meminta untuk menyudahi Lockdown.

YA OLOH PAK TRUMP. Gak ada bedanya lu ama EMAK EMAK AROGAN INDO. Ga ada bedanya lu ama emak-emak yang nyuruh anaknya cepet-cepet WISUDA tapi giliran PAS HARI H mau SIDANG malah disuruh nganterin KONDANGAN 😦

Lalu ketika Trump ditanya tentang sikap MBULET dan PLIN-PLANnya, dengan entengnya dia menjawab, “They seem to be very responsible people to me”.

HADUH JUNAEDI JUNAEDI !!!. AMPUN DAH. GATAU LAGI GUA MUSTI NGOMONG APA. Walaupun kekacauan ini semua bukan murni kesalahan Trump, sistem pemerintahan federal seperti di Amerika memang ribet untuk dipersatukan.

Yaudah yuk daripada marah kesel sendiri, mari kita simpulkan :

Kenapa di Amerika jumlah kematian akibat pandemi Covid-19 meningkat tinggi?

Ya karena Presiden yang GALAU, Struktur Pemerintahan Federal yang terlalu rempong untuk bersatu. Ditambah sistem perawatan kesehatan yang RUMIT.

Tapi bagaimana dengan Pemerintah Indonesia menangani pandemi Covid-19 ya? Apakah sudah lebih baik dari Amerika Serikat?

Wah GAMAU KOMEN AH. Takut … ☹️

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s