Kepengen Jadi Istri Horang Kayah

“Kamu mau jadi apa seh? Kok penampilanmu jadi gitu? Setiap keluar rumah selalu pake dress kek mo kondangan?”, tanya Bu Oliv kepada putrinya yang baru saja lepas dari masa remaja

Dengan mudah, putrinya pun menjawab, “Aku pengen berpenampilan berkelas, biar jadi istri horang kayah” (orang kaya, orang yang banyak duitnya)

“Lho kenapa? Bukannya jadi orang kaya itu susah ya? Harus jaga image, ga bisa ngudut di angkringan, rawan di rampok dan harus menutupi pendapatan ini itu biar ga dikejar pajak?”, tanya Bu Oliv panjang lebar seperti pertanyaan Ibu-ibu pada anaknya.

“Ya bodo amat, yang penting bisa jalan-jalan ke luar negeri, bisa belanja ini-itu, bisa sekolah dimana aja, naik mobil mewah, ga harus berurusan sama orang susah”.

“Hmm …”

Semenjak film Crazy Rich Asian diputar diseluruh dunia, demam persepsi tentang menjadi crazy crazy rich semakin booming. Banyak orang ingin bergaya seperti horang kayah.

Naik Lamborghini, birthday party ke Eropa, sarapan pagi di Swiss dan makan malam di Hawai, ngasih duit ke orang dengan cuma-cuma, pokoke urusan duit mah gampang! Tinggal NYOH NYAH NYOH !

Dan salah satu cara yang katanya paling gampang untuk menjadi horang kayah adalah dengan cara menjadi istri horang kayah.

Maka dari itu, banyak wanitong berlomba-lomba membuat list pria-pria tajir melintir untuk kemudian para wanita itu mendekatinya dan memikat hatinya.

Tapi apakah sebegitu naifnya cara untuk jadi horang kayah? Kenapa harus menjadi istri seseorang untuk menjadi kaya?

Ya memang ga salah juga sih jadi istri horang kayah, Cewek mana yang tidak mau dimanjakan dengan rumah nyaman, mobil mevvah dan makanan enak. Oke aja sih kalo itu maunya klean.

Yang menjadi masalah adalah kalo klean pengen jadi istri horang kayah, tapi klean bukan pribadi yang berasal dari (maaf) keluarga horang kayah. Oke! Jangan berkecil hati dulu ya bund !. Cerita Cinderella sudah membuktikan bahwa setiap wanita yang tersiksa pantas mendapatkan seisi dunia dan pangerannya. Hmm iya oke!

TAPI jika kalian tidak familiar dengan budaya horang kaya yang berupa naik pesawat jet pribadi, belanja udang di Maldives, mancing ikan bawal di Miami lalu tanning kulit di California lalu ngeborong Hermes di Italy, maka cita-cita menjadi istri horang kaya adalah sesuatu diluar kebiasaan kalian.

Dan menjalani sesuatu diluar kebiasaan kita itu berat loh!. Contohnya : kalian yang biasa makan di warung kaki lima pasti bakal kaget kalo diajak dinner dengan table manner yang bahkan kaga pernah lu denger table manner tuh apaan !

Maka cita-cita klean menjadi istri horang kayah itu menjadi rumit dan butuh keberuntungan. Wanita berkualitas, menarik, berkepribadian baik dan berpendidikan tinggi pun tidak akan cukup.

Apalagi kalian kan hidup di kultur ASIA, di Indonesia pula yang notabene segala halnya kembali lagi kedalam KELUARGA.

Baru pacaran aja sudah dihitung weton, bibit, bebet dan bobotnya. Intinya kultur Asia terutama Indonesia adalah kultur yang berbasis keluarga.

Kalian harus punya mental baja untuk menghadapi keluarga si doi. Kembali lagi ke dalam film Crazy Rich Asians, ingatkah kalian dengan karakter Rachel Chu yang harus menghadapi gilanya keluarga Nick Young?

Karena hal yang paling gila dari hubungan percintaan adalah Keluarga.

Berbicara tentang keluarga memang sulit. Si doi memang sudah bilang YES padamu, tapi kalo keluarganya masih bilang NO, kamu mau apa? Kawin lari? Emang masih jaman ya kawin lari? Seberapa kuatkah kamu bisa tahan hidup dengan bayang-bayang keluarga doi yang tidak merestui hubungan kalian?

Sekarang gini deh, Semuanya bergantung pada gimana cara kalian memikat para pria crazy rich itu. Apakah cara kalian cukup pintar dan elegan? Atau cara yang kalian pilih adalah cara yang sangat jauh dari cara yang semestinya.

Banyak wanita salah tingkah, demam persepsi crazy-crazy rich mungkin sudah merasuki pikiran wanita. Banyak wanita jadi terlalu lebay, merombak penampilan onoh inih, melakukan hal-hal diluar diri mereka demi gengsi, demi memikat mas-mas crazy rich. Ya ga salah sih, kalo si pasanganmu itu sukak. Tapi saya akan melontarkan beberapa pemikiran dan pertanyaan terkait hal ini.

Apakah dengan gaya kalian yang kelewat batas, memaksakan diri kalian untuk merubah perilaku. Misalnya dengan si ituh tuh, yang demen ngeklaim makan di mall mevvah, ngata-ngatain orang miskin, tiap hari ngomongin tas mewah tapi ga mampu beli dan ga mau kerja, then you will be eternally bound to daddy’s (both the literal and not so literal figures) credit card to sustain that way of life.

Kalo kalian ga punya cukup “sumber-daya” untuk menopang usaha dalam mencari suami horang-kayah, maka kalian butuh suntikan dana dari para Daddy dan “daddy”. Kecuali kalian adalah Cinderella yang beruntung, yang punya cara unik dan elegan untuk merebut hati.

Lagian finding a rich but nice husband is hard work indeed, and you need to allocate as much capital into it. Being rich guy’s wife also requires hard work and sacrifice. So if you don’t think you can be as badass of a wife as Eleanor Young; stop judging!

Apalagi kalo kamu bukan berasal dari keluarga yang Crazy Rich-Rich amat. Maka, jadi suami orang kaya itu butuh kerja keras, dan kamu harus mengalokasikan banyak dana untuk itu. Kalian mau kenal si cowok kaya itu darimana? Pasti butuh banyak waktu, kesabaran, uang untuk pergaulan dan penampilan.

Itu artinya kalian harus banyak pengorbanan untuk mencapai tujuan kalian. Kalian harus punya badass mentality, punya mental baja untuk menghadapi keluarganya.

Lagi-lagi kembali ke sebuah statement :

Karena hal yang paling gila dari hubungan percintaan adalah Keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s